5 Pelatihan Gratis Bersertifikat Kemendikbud untuk Kejar Angka Kredit Guru

Bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) Guru, baik Pegawai Negeri Sipil (PNS) maupun Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), mengumpulkan Angka Kredit (AK) adalah agenda wajib demi kelancaran kenaikan pangkat dan golongan. Sejak diberlakukannya sistem transformasi digital administrasi, salah satu cara paling efektif dan diakui secara sah untuk mendongkrak nilai kinerja adalah dengan mengikuti pelatihan pengembangan kompetensi.

Kabar baiknya, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menyediakan berbagai program pelatihan peningkatan mutu guru secara cuma-cuma alias gratis. Pelatihan ini tidak hanya memberikan ilmu praktis yang relevan dengan kelas, tetapi juga dilengkapi dengan Sertifikat Resmi ber-JP (Jam Pelajaran) yang bisa langsung diunggah sebagai bukti dukung.

Berikut adalah 5 Rekomendasi Pelatihan Gratis Bersertifikat Kemendikbud yang wajib Anda ikuti tahun ini untuk mengejar target Angka Kredit tanpa menguras dompet.

1. Pelatihan Mandiri di Platform Merdeka Mengajar (PMM)

Platform Merdeka Mengajar (PMM) merupakan pusat pengembangan kompetensi guru yang paling utama saat ini. Di dalam fitur Pelatihan Mandiri, tersedia puluhan topik esensial yang mencakup implementasi kurikulum, asesmen, hingga asesmen diagnostik.

2. Seri Webinar PembaTIK (Pembelajaran Berbasis TIK)

PembaTIK adalah program tahunan yang diselenggarakan untuk meningkatkan kompetensi literasi digital guru dalam memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk mengajar. Program ini terdiri dari beberapa level, mulai dari Level 1 (Literasi), Level 2 (Implementasi), Level 3 (Kreasi), hingga Level 4 (Berbagi).

3. Bimtek Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM)

Siri Bimbingan Teknis (Bimtek) ini diselenggarakan secara berkala oleh Balai Besar Guru Penggerak (BBGP) atau Balai Guru Penggerak (BGP) di masing-masing provinsi secara daring/hibrida.

  • Keunggulan: Dipandu langsung oleh instruktur nasional dan berfokus pada penyusunan administrasi kelas yang riil.

  • Materi Utama: Bedah Capaian Pembelajaran (CP), penyusunan Alur Tujuan Pembelajaran (ATP), hingga teknik merancang modul pembelajaran yang efektif.

4. Diklat Merdeka Belajar via Guru Belajar dan Berbagi

Situs Guru Belajar dan Berbagi merupakan salah satu pionir platform diklat daring bagi guru. Di sini, Anda bisa memilih berbagai seri diklat menarik seperti Seri Pendidikan Inklusif, Seri Literasi Numerasi, hingga Seri Penguatan Karakter.

  • Keunggulan: Sistem kelas menggunakan alur penugasan terstruktur dengan tenggat waktu yang longgar.

  • Sertifikat: Umumnya menerbitkan sertifikat setara 32 JP hingga 64 JP jika peserta berhasil menyelesaikan seluruh kuis dan tugas akhir.

5. Pelatihan Refleksi Kompetensi di Portal SIMPKB

Melalui kemitraan dengan berbagai lembaga vertikal, Kemendikbud sering membuka kuota diklat teknis fungsional berbasis data rapor kompetensi guru yang tertera di akun SIMPKB.

  • Keunggulan: Pelatihan yang direkomendasikan biasanya bersifat personal, menyesuaikan dengan aspek kompetensi pedagogik atau profesional guru yang masih perlu ditingkatkan.

  • Sertifikat: Terintegrasi langsung dengan sistem pusat sehingga mempermudah verifikasi administrasi kepegawaian.

Strategi Membagi Waktu Mengikuti Pelatihan Agar Tidak Keteteran

Banyaknya pilihan pelatihan gratis jangan sampai membuat Anda asal daftar (overload kegiatan). Hal tersebut justru berisiko mengganggu performa mengajar utama Anda di sekolah. Terapkan strategi jitu ini:

  • Batasi Kuota Semesteran: Cukup targetkan mengikuti 1 atau 2 diklat terstruktur (seperti Bimtek/PembaTIK) dan sisanya dikombinasikan dengan pelatihan mandiri berdurasi pendek di PMM.

  • Manfaatkan Komunitas Belajar (Kombel): Kerjakan tugas pelatihan secara kolektif bersama rekan sejawat di sekolah (Kombel internal) atau melalui forum MGMP/KKG untuk mempermudah diskusi pemecahan soal.

Dengan memanfaatkan 5 platform pelatihan resmi di atas secara bijak, Anda tidak hanya berhasil mengamankan jalur kenaikan pangkat melalui Angka Kredit yang melimpah, tetapi juga terus bertumbuh menjadi guru profesional yang adaptif terhadap perkembangan zaman.